Penyulut Rindu

Teriring salam bersampul rindu,
Kutulis kata dari doa yang bersemu,

Teruntukmu yang ridhomu adalah ridho-Nya,
Gerimis urung turun siang ini. Tapi malah mulai merambat dalam hatiku. Sudah lama ya kita tak beradu tatap? Hampir sewindu, dan rasa ini berakumulasi menjadi mega rindu yang tak teradu. Aku tahu harap ini hanya semu, tapi tak lantas haram aku merindu, kan? Aku hanya ingin memutar kembali roda memori. Lewat kata-kata yang kutulis. Seperti surat cinta pertamaku padamu kala aku kelas 3 SD silam. Aku ingat surat itu, tulisan seadanya bersama sehelai kerudung yang kubeli depan sekolah. Sangat sederhana, tapi aku ingat senyummu indah membahana. Aku ingin menulis lagi. Tentangmu yang namanya tak pernah absen menutup bait-baik harapku.

Read More »

15 Tahun Anomali

Sejenak kita kembali ke memori 15 tahun yang lalu. Ketika pagi itu dua pesawat menabrak gedung kembar WTC New York. Satu jam berselang, satu pesawat lain juga menabrak Pentagon. Kurang lebih 3000 jiwa menjadi korban dalam insiden ini. Diduga pesawat tersebut dibajak oleh orang Arab–dikuatkan dengan paspor arab yang tidak terbakar, padahal semua barang lain terbakar habis saat itu–muslim. Alhasil, semenjak peristiwa tersebut, seantero AS menjadi antipati terhadap muslim. Penjagaan diketatkan. Alih-alih bisa berdakwah disana, warga Muslim yang ingin masuk ke AS dipersulit. Bahkan respon masyarakat cenderung diskriminatif. Wanita berhijab tak lagi bebas. Demam ini tidak hanya melanda AS, pasca 9/11, negara-negara di Eropa juga menjadi was-was dengan gerak-gerik Muslim.

Read More »

Berdamai Dengan Alam

Assalamu’alaikum

Hujan turun menyapa bumi. Menjadikan lereng tanah menjadi licin. Tapi langkah-langkah itu tak serta terhenti. Langkah dua puluh pasang kaki yang tetap dikuatkan. Meski penat telah di ujung ubun-ubun. Sayup-sayup suara siamang bersahutan dibalik pepohonan. Matahari mengintip malu dibalik awan gelap. Aroma pohon nipis menyerbak. Waktu bergulir, jam demi jam berlalu. Tapi puncak itu belum nampak. “Allahu Akbar!” Hanya kalimat takbir yang silih berganti lah pemompa tensi semangat kami. Perlahan cahaya menyeruak di kaki langit. Sebentar lagi, puncak itu kami takluki.

Read More »