Awal Ramadhan, Awal Perubahan

#1

Tak ada beda adzan Magrib itu dengan hari-hari sebelumnya, tapi shaf sholat yang digunakan bisa dua atau tiga lebih banyak. Adzan Isya juga sama saja, tapi bahkan jamaah lebih padat tiga atau empat kali lipat. Ya, inilah Ramadhan. Barangkali ada kekuatan magis tersendiri sehingga hati orang-orang mudah sekali tergerak untuk beribadah di awal Bulan Ramadhan.

Masjid, yang dikatakan sebagai tolak ukur awal mula peradaban namun kenyataannya selalu sepi, menjadi lebih penuh dari biasanya. Padahal di bulan-bulan sebelumnya, kita cukup sulit mencari formula jitu agar umat Islam ringan untuk melangkahkan kakinya ke masjid. Satu atau dua shaf sholat saja sudah untung.
Tapi Ramadhan berbeda. Ramadhan datang dengan segala kekuatan magisnya, sehingga tanpa perlu formula ataupun ajakan persuasif lainnya, masjid ramai dengan sendirinya.
Bahkan jamaah sholat Subuh sekalipun begitu menakjubkan, bisa bertambah sampai tiga kali lipat dari biasanya.

Alhamdulillah, inilah nikmat dari Allah swt. di awal bulan Ramadhan. Walaupun mungkin ini sebenarnya klise, di awal Ramadhan jamaah begitu ramai, di pertengahan mulai mengendor, dan di akhir sisa beberapa saja. Oleh karena itu seharusnya dapat menjadi tamparan bagi kita, bahwa sebenarnya kita mampu untuk meramaikan masjid, untuk sholat subuh berjamaah, untuk memaksimalkan ibadah.

Maka awal Ramadhan menjadi awal dari sebuah perubahan kebaikan. Perubahan yang seharusnya dapat kita jaga tanpa ada khianat di akhirnya. Barangkali yang kita butuhkan itu satu: menganggap setiap hari adalah 1 Ramadhan.

“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah…”

(Kutipan Khutbah Rasulullah saw. di awal Ramadhan)

#RamadhanProduktif

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s