Penyulut Rindu

Teriring salam bersampul rindu,
Kutulis kata dari doa yang bersemu,

Teruntukmu yang ridhomu adalah ridho-Nya,
Gerimis urung turun siang ini. Tapi malah mulai merambat dalam hatiku. Sudah lama ya kita tak beradu tatap? Hampir sewindu, dan rasa ini berakumulasi menjadi mega rindu yang tak teradu. Aku tahu harap ini hanya semu, tapi tak lantas haram aku merindu, kan? Aku hanya ingin memutar kembali roda memori. Lewat kata-kata yang kutulis. Seperti surat cinta pertamaku padamu kala aku kelas 3 SD silam. Aku ingat surat itu, tulisan seadanya bersama sehelai kerudung yang kubeli depan sekolah. Sangat sederhana, tapi aku ingat senyummu indah membahana. Aku ingin menulis lagi. Tentangmu yang namanya tak pernah absen menutup bait-baik harapku.

Read More »

Advertisements