Hijriyah? Ya Berhijrah!

Tak ada kembang api yang menembak langit. Tak ada keriuhan terompet yang memekakkan telinga. Tak ada pula nyanyi-nyanyian. Berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi yang begitu gegap gempita, Hijriyah sama sekali tidak seperti itu. Ini bukan perayaan. Karena memang sudah sepatutnya tidak untuk dirayakan.

Hijriyah berarti hijrah. Kata hijrah berasal dari bahasa Arab, yang berarti meninggalkan, menjauhkan dan berpindah tempat. Khalifah Umar ibn Kaththab, saat membentuk sistem penanggalan bagi umat muslim, menetapkan hijrah Rasulullah saw. sebagai tonggak awal tahun Hijriyah. Hal ini karena hijrah merupakan peristiwa besar dari bangkitnya daulah Islamiyah di Madinah.

Sesuai namanya, maka sudah jelas semangat berhijrahlah yang seharusnya disemarakkan setiap bilangan tahun berganti. Bukan perayaan hedonis yang justru menjauhkan kita dari prinsip hidup seorang muslim.

1438 tahun lalu, Rasulullah saw. berjalan bersama Abu Bakar untuk berhijrah ke suatu ke tempat yang diharapkan menjadi wasilah tegaknya ajaran Islam. Mereka berjalan dalam kehati-hatian. Bahkan Abu Bakar menangis dalam diam karena digigit ular untuk melindungi kekasih Allah yang terlelap. Tapi kepercayaan mereka penuh bahwa Allah selalu bersama dengan hamba-Nya. 1438 tahun pula kita diingatkan bahwa awal dari kokohnya Islam adalah hijrah. Hijrah dengan sebenar-benarnya.

Seperti hijrahnya Umar ibn Kaththab. Dari seorang algojo pasar Ukaz yang memusuhi Rasulullah, menjadi pembela terdepan Rasulullah bahkan Khalifah kedua. Yang dengan berani mengumumkan hijrahnya.

Seperti hijrahnya Mus’ab ibn Umair. Dari seorang pemuda parlente yang kaya raya. Yang semerbak parfumnya jauh baunya. Lantas menjadi sangat sederhana ketika menerima ajaran Islam. Bahkan kafannya pun tak cukup panjang untuk menutupi tubuhnya.

Seperti hijrahnya Khalid ibn Walid. Dari seorang komandan perang yang melawan Islam dalam perang Uhud. Menjadi seorang lelaki dengan julukan Pedangnya Allah yang tidak pernah kalah dalam memimpin perang.

Dan masih banyak lagi potret hijrah seorang muslim. Mulai dari para sahabat hingga muslim kontemporer sekarang. Sejatinya semangat inilah yang patut dikobarkan. Berhijrah. Berpindah dari suatu kondisi yang jauh dari ajaran Islam ke kondisi yang dekat dengan ajaran Islam.

Lantas bagi seorang mahasiswa, telah disediakan sebuah wadah yang dapat membantu proses berhijrah itu. Sebuah lingkungan dimana dapat mendekatkan kita dengan ajaran-ajaran Islam yang dirindukan. Sebuah wadah bernama Lembaga Dakwah. #YukMasukKalam

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS. Al Baqarah (2): 218)

Advertisements

One thought on “Hijriyah? Ya Berhijrah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s