Empat Tahun

Kurindu sentuhanmu
Yang tenangkan ku kala gundah
Hangat peluk kala ku lemah

Kurindu senyumanmu
Kala kau ucap cinta padaku
Buat reda resah dan pilu
Walau jarang kuucap cinta padamu

Petuahmu sadarkanku
Doronganmu lecut semangat juangku
Kau selalu bilang buatlah bangga orang sekitarku

Kau cinta dan sahabat terbaikku
Hanya padamu ku ungkap asa dan isi hati
Dengan sabar kau dengar ocehanku

Kala ku raih prestasi tertinggi,
Ukir senyummu buatku bahagia, kau sebut akulah kebanggaanmu
Pun kala ku jatuh,
Kau peluk diriku dengan cinta tulusmu

Kala penyakit menyerang ragamu,
Aku sedih, melihat keadaan lemah pelita hidupku
Aku takjub, melihat semangat hidupmu

Maafkan aku, yang tak acuh kala kau tak berdaya

Empat tahun sudah kau menghadap-Nya
Tak ada lagi penyemangat segala asa ku
Tak ada lagi peluk hangat kala ku gundah

Kucoba tuk sanggupi segala amanahmu
Walau kutahu, kau tak akan lihat dulangan prestasiku
Akupun tahu, kau tak akan lagi hadiri hari-hari pentingku
Namun kutahu, cintamu abadi, kan terasa di hati, kini dan sampai ku menghadap sang ilahi

Kan kucoba tuk selalu tegakkan perintah agama
Walau dhoif masih diri ini, kan kucoba menjadi anak sholeh yang kan selalu doakanmu
Agar menjadi amalmu yang tak pernah putus

Allahhummaghfir lahaa warhamha wa’aafiha wa’fu anha

Selamat Hari Ibu, Mamah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s