Novel “Mualaf”

Assalamu’alaikum

Mualaf, kisah seorang manusia menemukan jalan hidupnya, adalah novel yang diangkat dari kisah nyata penulis, John Michaelson. Novel inspiratif ini berkisah tentang perjalanan spiritual John dari masa remajanya yang jahiliyah di sebuah kota di Inggris, sampai akhirnya ia menemukan jawaban atas kegundahan hatinya di Indonesia, yaitu Islam.

Kisah awal novel ini adalah tentang seluk beluk kehidupan remaja penulis di Inggris, mulai dari kehidupannya yang broken home, dikeluarkan dari sekolah karena narkoba, dan terjerat seks bebas. Dengan runtut, penulis menceritakan poin-poin kegelapan dalam hidup lamanya. Kita akan terbawa pada pola pergaulan remaja Inggris dahulu. Setelah lepas dari masa remaja, penulis memutuskan bekerja di kapal mengikuti jejak ayahnya. Berkemul dengan asap kapal dan bepergian dari satu negara ke negara lainnya tetap membuat hatinya gersang, terlebih kecanduannya terhadap narkoba, alkohol, dan seks yang makin menjadi.

Setelah menyatakan mundur dari pekerjaan lamanya, penulis memutuskan berkuliah dan berprofesi sebagai guru sastra. Disitulah ia bertemu Karim, temannya penganut Islam. Diskusi demi diskusi dengan Karim tentang Islam ia habiskan dan perlahan ia mulai mengetahui tentang konsep Islam, walaupun masih saja ia berusaha menyangkal kebenaran Islam mengingat buruknya persepsi dunia Barat terhadap Islam. Sampai disitu, John masih tetap agnostik, mengakui Tuhan tapi tidak tertarik pada agama apapun.

Tugas mengajar di Indonesia sebagai guru tempat bimbingan belajar kembali membuka mata penulis akan Islam. Adzan yang terdengar lima kali sehari, puasa di bula Ramadhan, saling mengucap salam, dan ibadah Islam lainnya yang ia saksikan langsung membuatnya belajar mendalami Islam. Sampai akhirnya, hidayah itu datang dan ia pun mengikrarkan dua kalimat syahadat. Ia sadar indahnya ajaran Islam dan Al-Quran adalah kitab suci terlengkap, menyangkut segala aspek kehidupan, dan terjaga keasliannya tanpa ada perubahan maupun revisi. Ia pun sadar buruknya citra Islam di dunia Barat bukanlah karena ajaran Islam yang salah, namun karena individu/kelompok itu sendiri yang menyimpang. Bahwa banyak orang-orang yang membawa panji agama tapi sebenarnya mereka membawa kepentingannya sendiri. Bahwa merekalah yang mencederai ajaran agama mereka sendiri. Padahal dengan jelas Islam mengajarkan kedamaian. Satu hal yang menurut saya cukup menarik dari kutipan novel ini adalah, menurut John, sejatinya ada 2 tipe muslim di dunia. Pertama, muslim dalam bentuk noun, mereka mengaku muslim, tapi perilaku mereka tidak mencerminkan pribadi muslim sejati. Dalam istilah orang Indonesia, mungkin muslim tipe ini adalah ‘Islam KTP’. Kedua, muslim dalam bentuk adjective, yaitu mereka yang perbuatan dan sifatnya selaras dengan ajaran Islam, sepenuhnya.

Novel ini cocok bagi siapa saja yang masih bertanya-tanya tentang Islam. Dan tentu saja cocok bagi mereka yang ingin mempertebal iman mereka.

Wassalamu’alaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s