Pengalaman Jamnas (2-Habis)

Assalamu’alaikum

Di post kali ini ane bakal melanjutkan tentang pengalaman ane di Jamnas IX 2011. Sebelumnya, ane sempat posting di Pengalaman Jamnas (1) dan post ini adalah lanjutannya.

Setelah perjalanan darat selama 9 jam, dipotong istirahat 1 jam untuk registrasi, akhirnya kita nyampe di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, OKI sekitar pukul 12 malam. Suasananya tuh gelap banget (ya iyalah orang malem) dan sepi, karena belum semua kontingen yang tiba di lokasi. Setelah gotong royong mindahin barang-barang dari bis, kita semua jadi ngantuk massal. Ga kondusif banget kalo tengah malem gitu kita masang tenda, jadi pembina memutuskan kita istirahat dulu di home stay pembina Sulut. Home stay-nya itu adalah rumah panggung yang pastinya ga bakal cukup buat hajat tidur 32 orang. Alhasil, kita yang laki-laki mengalah. Pembina dan perempuan tidur di dalam rumah, sedangkan kita tidur di kolong (baca: aspal) rumah panggung. Sumpah itu dingin. Bahkan sampe ada yang ngompol, wkwk.

1 Juli pagi, kita masang tenda setelah dapet lokasi kapling dari panitia. Lokasi tenda putra Manado itu di RT 03 RW 03 Kelurahan 4 Kecamatan Putra. Jarak tenda kita sama tenda putri Manado itu kira-kira 700 meter, sedangkan jarak ke lapangan utama itu 2000 meter. Cukup untuk membuat betis jadi berotot. Tenda kita emang agak ‘ansos’ dibandingkan tenda kontingen lainnya. Dan saking luasnya Buper ini, ga heran kalo tukang ojek seliweran dimana-mana.

2 Juli, hari pembukaan Jamnas secara resmi. Langsung dihadiri oleh Pak BeYe. Di sekitar lapangan utama dipenuhi paspampres dan penembak jitu. Upacara berlangsung sekitar 1 jam, diikuti oleh kurang lebih 10.000 peserta dari seluruh Indonesia, dan beberapa undangan luar negeri.

Hari-hari pertama ane di Buper, jujur bikin keder. Soalnya areanya tuh luas banget. Bahkan di hari pertama ane pernah nyasar pas lagi jalan-jalan sendiri. Niatnya pengen liat-liat susana Buper, eh, pas mau balik bingung karena jalannya banyak. Alhasil ane muter-muter hampir 1 jam kayak anak ilang. Orang-orang dari kontingen lain mungkin mikir, “Ni orang ngapain sih lewat sini mulu muter-muter ga ada kerjaan”. Dan sejak itu ane kapok jalan sendirian lagi.

Kegiatan dimulai di hari kedua. Kegiatan pertama adalah wisata. Aneh memang, kok wisata dulu? Untuk Jamnas kegiatannya memang dibagi-bagi per kelurahan. Karena ga mungkin 10.000 peserta ikut kegiatan yang sama di waktu yang sama. Jadi semua rangkaian kegiatan di rolling. Dan kontingen ane kebagian wisata duluan. Wisata ini 2 hari, dan dibagi menjadi Wisata Palembang 2 hari 1 malam, lalu Wisata OKI 2 hari juga tapi ga nginep melainkan balik ke Buper. Sayangnya ane kebagian yang Wisata OKI, bukan Wisata Palembang. Jadi, disaat temen-temen yang lain menikmati, pusat kota Palembang dan megahnya GOR Jakabaring, ane malah wisata di kebun, belajar bertani, dan cara ngawinin bebek. Tapi, untungnya ane bisa liat tenangnya perkebunan OKI dan belajar banyak hal. Wisata OKI ini pesertanya lebih sedikit, jadi bisa kenal lebih akrab sama peserta dari kontingan lain, dan jatah makanan juga berlebih hehe.

Kegiatan kedua dan selanjutnya sampai kegiatan kelima berisi seminar, tekpram, dan games, Itu berlangsung sampai hari ke-7. Hari ke-8, 9 Juli, upacara penutupan yang dipimpin oleh Wapres Boediono yang turun dari helikopter dan sialnya bikin lapangan utama jadi badai pasir. Upacara penutup tidak dihadiri oleh semua kontingen karena beberapa kontingen memutuskan balik kanan lebih dulu sehari sebelumnya atau pas dini hari, untuk mengejar transportasi pulang.

Selama 8 hari di Buper, banyak kenangan yang ga akan terlupa. Untuk semua anak Jamnas 2011 pasti akrab sama yang namanya ‘WC Biru’. ‘WC Biru’ adalah kamar mandi bercat biru yang disediakan panitia untuk peserta. Jumlahnya banyak, tiap RT minimal 20, jadi jumlahnya ribuan. Tapi sayangnya, airnya seret, nemu air bersih ngocor di WC itu susah. Tapi ada aja kayaknya yang nekat buang air di situ walaupun ga ada air, kebelet kali wkwk. Jadilah ‘WC Biru’ momok yang cukup menjijikan karena kotorannya dimana-mana. Terus kita mandi dimana? Jujur ane baru bisa mandi di hari ketiga, itupun di kran wudhu! setelahnya kamar mandi pembina yang kita serbu, karena cuma itu yang bisa dikatakan layak. Ada juga pengalaman demo minta air bersih. Kita ngumpul di depan Kecamatan bawa botol sama galon air, terus jalan sampe Media Center nuntut pengadaan air bersih. Tiap malem kita kumpul di panggung utama buat nonton pentas seni, artis nasional, dan tokoh masyarakat yang datang, beberapa kontingen tampil heboh tiap malemnya, dangdutan, sambil teriak-teriak beri dukungan kalo pentas seni daerahnya tampil.

Ada juga kegiatan minta tanda tangan peserta dari daerah lain di notes kecil dan saling tukar suvenir, bakar jagung malem-malem sambil nyanyi bareng kontingen lain, dan makan duren berjamaah. Kebetulan di sana waktu itu lagi musim duren. Sholat Jum’at pas Jamnas berasa sholat Id, soalnya kita bejibun sholat di lapangan, tapi dengan panas lebih membakar tentunya. FYI, Buper Teluk Gelam itu area perkebunan kelapa sawit yang sangat gersang, untung ada danau yang bikin suasana jadi agak ‘dingin’.

Pas mau bertolak dari Teluk Gelam ke Palembang, kita nyewa 2 bis dan 1 truk untuk barang. Ane bersama 2 teman lainnya disuruh naik di truk untuk jaga barang. Jadi perlanan balik 8 jam kita bertiga berasa sapi Bali, awalnya eksis, tapi setelah beberapa jam dan hari makin gelap, kita tidur diatas tumpukkan ransel, bodo amat isinya trophy kek, beling kek, yang penting tidur.

Pukul 9 malem, kita sampe di Bandara SMB2. Kita sekontingen nginep di bandara, dan paginya sekitar pukul 6, kita terbang ke Jakarta. Di Jakarta, kita nginep di Buper Cibubur 3 hari 2 malam sekalian untuk wisata. Selang 3 hari, kita pulang ke Manado dan tiba di Bandara Samratulangi pukul 11 malam.

Banyak pengalaman yang tak terlupa selama Jamnas, dan banyak pelajaran yang ane dapet. Semua lebih berkesan karena ini adalah kegiatan nasional ane yang pertama. Sayangnya, Jamnas hanya sekali dalam 5 tahun, dan di gelaran selanjutnya, tahun 2016, pastinya ane ga bisa jadi peserta lagi hehe. Sukses terus Jamnas selanjutnya, semoga bisa lebih baik dan mencetak pramuka Indonesia yang teladan dan berkarakter.

Wassalamu’alaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s