Pengalaman Jamnas (1)

Assalamu’alaikum

Di  post kali ini ane bakal share tentang salah satu pengalaman berkesan ane di masa SMP dulu, yaitu ketika ane mewakili Manado ikut Jambore Nasional Pramuka IX di Teluk Gelam, OKI, Sumatera Selatan.

Sebelum ane bisa menjadi bagian dari tim Jamnas kwarcab Manado, tentu ane harus ikut beragam seleksi. Seleksi pertama dimulai setahun sebelum kegiatan. Setiap minggu dalam setahun, ane harus datang ke kwarcab Manado untuk seleksi yang disusun dalam bentuk latihan kepramukaan. Latihannya berupa tekpram, pbb, pengetahuan umum, dan banyak lagi. Setelah 9 bulan, dipilihlah 16 putra dan 16 putri yang masuk sebagai tim kwarcab Manado. Setelah itu, porsi latihan ditambah menjadi 3 kali dalam semngggu. Dan pada saat itu, ane dipilih jadi pemimpin regu putra.

29 Juni 2011, semua peserta berkumpul di gedung kwarcab Manado untuk siap-siap berangkat keeseokan harinya. Sehari sebelumnya kontingen kami menjalani upacara pelepasan yang dipimpin oleh Wakil Walikota Manado.

30 Juni subuh, ane bersama kontingen bertolak dari bandara Sam Ratulangi Manado menuju Bandara Soetta untuk transit beberapa jam. Setelah itu, bertolak lagi dari Soetta menuju Palembang. Sekitar jam 3 sore, kontingen ane tiba di Bandara Sultan Badaruddin II Palembang. Satu jam kemudian kami naik bus yang udah disiapin panitia untuk menuju ke Teluk Gelam, OKI. Itulah pertama kali ane nginjek bumi Palembang dan melewati Jembatan Ampera yang terkenal itu. Bus terus melewati pusat kota dan di pusat kota itu semua orang liat ke arah bus kami, rombongan peserta Jamnas dari seluruh Indonesia haha. Ditengah perkampungan antara Palembang dan Teluk Gelam, ane dan temen-temen liat sebuah rumah yang masang bendera secara aneh, Merahnya dibawah dan Putihnya diatas, alhasil kejadian itu trending topic dikemudian hari, sebagai kampung orang Polandia, atau pembelot, atau anggota gerakan separatis haha.

3 jam perjalanan, menjelang magrib, bus transit di sebuah drive-in restoran yang disiapin panitia untuk registrasi peserta, ishoma, dan pengambilan SIM-T(Surat Izin Mendirikan Tenda). Perjalanan untuk sampe di bumi perkemahan Teluk Gelam masih panjang. Kata panitianya, ini belum setengah perjalanan, masih sekitar 6 jam lagi..

(Bersambung…)

Wassalamu’alaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s