Menjadi Agen Muslim yang Baik

Assalamu’alaikum

Dewasa ini, di tengah seruan penegakkan khilafah dan jihad oleh orang-orang yang mengaku Islam, Islam semakin terpuruk. Umat Islam kini seakan mengalami krisis identitas. Semakin melenceng dari esensi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam.

13 abad silam, di sebuah kota bernama Cordoba, Spanyol, Islam pernah mengalami kejayan. Islam menjadi cahaya Eropa saat Eropa mengalami masa kegelapan. Cordoba menjadi pusat pendidikan dan perdaban dunia kala itu. Saat itu pula, lahirlah tokoh-tokoh seperti Ibnu Rusyid, Ibnu Sina, Al-Zahrawi, dan masih banyak lagi ilmuwan Islam lainnya. Merekalah tokoh-tokoh yang membawa pembaharuan untuk Eropa dan dunia. Mereka menjadi agen muslim yang berjihad melalui perantara ilmu pengetahuan dan perdaban. Pada zaman itu, ilmuwan-ilmuwan Islam menyelaraskan ilmu agama dan ilmu pengetahuan ditengah-tengah Eropa yang sekular (menganggap agama dan pengetahuan saling bertentangan).

8 abad setelahnya, di tengah penyalahan interpretasi konsep jihad oleh orang-orang yang mengatasnamakan Islam, Islam terus mengalami kemunduran. Jihad dimaknai dengan senjata, kekerasan, dan teror. Bukan dengan ilmu pengetahuan, kedamaian, dan rahmat. Dan ketika fitnah serta hujatan berdatangan, orang-orang itu hanya bisa berkoar-koar dan membalas dengan kekerasan. Membalas api dengan api yang lebih besar lagi. Sangat bertolakbelakang dengan ajaran sabar, ikhlas, dan esensi rahmatan lil ‘alamin.

Padahal, dulu Islam pernah jaya. Muslim-lah yang mengenalkan kembali perdaban Yunani pada dunia. Muslim-lah yang menemukan konsep angka nol, bilangan irasional, tanda minus, dasar ilmu hitung, kimia, fisika, dan astronomi. Berbagai istilah-istilah ilmiah pada masa sekarang diadaptasi dari bahasa Arab, yang pernah jadi bahasa global dahulu. Itulah sumbangsih Islam pada dunia. Tapi itu dulu. Pertanyaannya, apakah sumbangsih Islam bagi perkembangan dunia sekarang? Banyak muslim yang hanya sibuk bernostalgia dengan kebesaran masa lalu. Tanpa berusaha untuk mengembalikan citra Islam yang baik dan jaya. Berjihad dengan perantara kalam dan akal.

Terkait dengan judul yang ane angkat diatas, maka untuk mengembalikan citra Islam dengan semangat 13 abad silam, kita harus bisa menjadi seorang agen muslim yang baik. Yang berlandaskan atas Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, bukan dengan kekerasan dan teror. Saat ini dibutuhkan agen muslim yang senantiasa menebar sikap positif dan bisa menahan diri, dengan mengedepankan ajaran sabar dan ikhlas. Disamping itu semua, pastinya kita harus menjalankan semua kewajiban kita sebagai seorang muslim dan mengikuti sunnah Rasul.

Dengan mempelajari sejarah peradaban dan kejayan Islam masa lalu, serta meneladani bagaimana tokoh-tokoh Islam dulu meniupkan angin renaissance bagi kemajuan dunia, semoga kita bisa termotivasi untuk menjadi seorang agen muslim yang baik. Mempelajari sejarah bukan hanya sekedar seni bernostalgia dan untuk dibangga-banggakan, melainkan untuk dipetik hikmah dan pelajaran sebagai bekal kita melangkah di masa sekarang dan masa depan.

Wassalamu’alaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s