Kedokteran??

Assalamu’alaikum

“Ranking berapa lu, Tong?
“1 dong, Pak”
“Gitu dong, biar Enyak-Babe lu bangga, entar masuk kedokteran aja”

Pernah ga denger langsung percakapan kaya diatas? Atau pernah ngalemin langsung? Itulah realita. Betapa jurusan kedokteran seakan masih menjadi ‘patokan’ untuk para orang tua yang anaknya masuk jajaran ‘top rank’ di sekolah.

Ane nulis artikel ini karena ane pernah mengalami hal seperti itu. Dulu. Dan ternyata, rata-rata orang tua juga sepertinya punya pola pikir yang selaras. Ketika ada anak yang pinter, langsung direkomendasiin masuk jurusan kedokteran. Mereka mengesampingkan jurusan-jurusan lain. Seakan pola pikir orang Indonesia itu sudah ter-doktrin bahwa kedokteran adalah tempat kuliah para ‘ranking 1’ dan kedokteran adalah satu-satunya yang mempunyai prospek bagus dengan ‘materi’ menjanjikan. Padahal, dari sekian ‘ranking 1-ranking 1’ yang ada, belum tentu mereka mempunyai passion yang tinggi di bidang ilmu biologi, bisa jadi mereka mempunyai passion di bidang matematika, fisika, atau bahkan kesenian. Tapi, para rata-rata para orang tua tidak memerhatikan hal tersebut. Mereka hanya berpatokan, “kan ranking 1, jadi cocok masuk kedokteran” atau, “kan mau kaya, masuk aja kedoteran”. Mereka bahkan rela mengucurkan ratusan juta demi memasukkan anaknya ke jurusan kedokteran karena menurut mereka uang tersebut akan ‘balik modal’ setelah sang anak menjadi dokter.

Kenyataannya, tidak semua dokter di Indonesia itu sejahtera. Banyak dokter-dokter di daerah perbatasan, daerah terpencil, ataupun daerah rawan konflik yang masih susah. Mereka hanya digaji ratusan ribu per bulan. Mereka mengesampingkan materi dan mengutamakan bakti. Seperti itulah seharusnya seorang dokter. Orang yang mau masuk kedokteran bukan hanya harus berpatokan pada ‘ranking 1’-nya, tapi yang terpenting adalah panggilan hati untuk mengabdi dan membantu masyarakat. Hal itu diperlukan untuk menghindari malpraktik yang terjadi akhir-akhir ini yang disebabkan oleh dokter yang mengabdi dengan ‘setengah hati’. Keikhlasan menolong orang juga penting, jangan hanya mengharapkan materi.

Ane bukan dokter, bukan juga anti-dokter. Ane juga ga bermaksud untuk menggurui. Ane disini cuma mau menyampaikan sedikit aspirasi dan pandangan ane tentang realita sekarang. Saran ane, kenali passion terbesar kita itu apa. Menuruti orang tua itu memang wajib. Tapi apabila ga suka ya harus berani ngomong.

Wassalamu’alaikum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s